Selasa, 09 Oktober 2012

Tulisan 1 : AUDIT DAN SOFTWARE AUDIT


 Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.
 Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan suatu entitas (perusahaan atau organisasi) yang akan menghasilkan pendapat (opini) pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.
Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh kantor akuntan publik atau akuntan publik sebagai auditor independen dengan berpedoman pada standar profesional akuntan publik.
Audit operasional
Audit Operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur operasi standar dan metoda yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan (3E).
Audit ketaatan
Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
Audit investigatif
Audit Investigatif adalah: 1. "Serangkaian kegiatan mengenali (recognize), mengidentifikasi (identify), dan menguji (examine) secara detail informasi dan fakta-fakta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (perusahaan/organisasi/negara/daerah)." 2. "a search for the truth, in the interest of justice and in accordance with specification of law" (di negara common law)
Jadi, audit itu adalah suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut:
  1. Proses pengumpulan dan evaluasi bahan bukti
  2. Informasi yang dapat diukur. Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur, sehingga dapat dinilai menurut ukuran yang jelas, seumpamanya Baik Sekali, Baik, Cukup, Kurang Baik, dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya.
  3. Entitas ekonomi. Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan, baik berupa Perusahaan, Divisi, atau yang lain.
  4. Dilakukan oleh seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut sebagai Auditor.
  5. Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria apa hal tersebut dikatakan menyimpang.
  6. Melaporkan hasilnya. Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang diuji dan kriterianya, atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut.
Audit bisa dilaksanakan manual maupun dilakukan dengan menggunakan software audit, software yang di gunakan untuk mengaudit salah satunya adalah ACL ,
* Audit Command Language (ACL) adalah salah satu dari teknik Generalizes Audit Software. ACL for Windows dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit untuk user non-teknis sampai expert users. Dengan menggunakan ACL pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses auditing manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.
Dengan beberapa kemampuan ACL, analisis data akan lebih efisien dan lebih meyakinkan. Berikut ini beberapa kemampuan ACL :
* Mudah dalam penggunaan
Kemudahan ini ditunjukkan dengan user hanya melakukan click pada gambar-gambar tertentu (icon) untuk melakukan suatu pekerjaan dan didukung pula dengan fasilitas Wizard untuk mendefinisikan data yang akan dianalisis.
* Built-in audit dan analisis data secara fungsional
ACL for Windows didukung dengan kemampuan analisisuntuk keperluan audit/ pemeriksaan seperti : Analisis Statistik, Menghitung total, Strartifikasi, Sortir, Index, dsb
* Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas
Mampu menangani berbagai jenis file yang tidak terbatas
* Kemampuan untuk membaca berbagai macam tipe data
Dapat membaca berbagai file yang berasal dari berbagai format anatara lain : Flat Sequential, dBase (DBF), Text (TXT), Delimited, Print, ODBC (Microsoft Access Database, Oracle), Tape (1/2 inch 9-track tapes, IBM 3480 cartridges, 8 mm tape dan 4 mm DAT), excel (XLS) dan aradox files.
* Kemampuan untuk mengeksport hasil audit ke berbagai macam format data
Antara lain Plain Text (TXT), dBase III (DBF), Delimited (DEL), Excel (XLS), Lotus (WKS), Word (DOC) dan WordPerfect (WP).
* Pembuatan laporan berkualitas tinggi
ACL memiliki fasilitas lengkap untuk keperluan pembuatan laporan
# Kemampuan ACL dalam melakukan pemeriksaan/ analisis terhadap berbagai aplikasi, seperti :
1. Aplikasi Persediaan
2. Aplikasi Piutang
3. Aplikasi Hutang
4. Aplikasi Gaji dan Upah
5. Aplikasi Aktiva Tetap
6. Aplikasi General Ledger
7. Aplikasi Pembelian
8. Aplikasi Penjualan





diatas ini adalah gambar ACL versi 6.5

sumber : -  http://id.wikipedia.org/wiki/Audit
              - http://gemilangtrimeidhasari.wordpress.com/2010/02/09/audit-command-language-acl/
 

Rabu, 03 Oktober 2012

kekerasan di sekolah

Nama : Sarifudin
3eb20

26210387
Aksi bullying atau kekerasan yang menimpa siswa junior saat pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) membuktikan bahwa MOS masih menjadi ajang kekerasan di lingkungan sekolah.

Berdasarkan data yang dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), 87,6 persen anak mengaku pernah mengalami kekerasan di lingkungan sekolah dalam berbagai bentuk.
Hal ini disampaikan oleh Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Badriyah Fayumi, Senin (30/7/2012), digedung KPAI, Jakarta.
"Dari angka 87,6 persen tersebut, sebanyak 29,9 persen kekerasan dilakukan oleh guru, 42,1 persen dilakukan oleh teman sekelas, dan 28,0 persen dilakukan oleh teman lain kelas," ujar Badriyah.
Ia menjelaskan bahwa data tersebut diambil dari 1.026 responden yang merupakan para siswa sekolah. Menurutnya, angka tersebut sudah merepresentasikan kondisi lingkungan sekolah secara umum.
Maka dari itu, KPAI merekomendasikan kebijakan nasional Sekolah Ramah Anak sebagai bentuk komitmen mewujudkan generasi yang damai dan jauh dari kekerasan.
Tidak hanya itu, Sekolah Ramah Anak juga diharapkan menghindari diskriminasi, memberi ruang partisipasi serta memberi tumbuh kembang anak secara optimal sesuai bakat, minat, dan potensinya.
Badriyah menambahkan bahwa Masa Orientasi Siswa (MOS) butuh perubahan mendasar dari sisi makna, tujuan, cara, dan, metode MOS.
"MOS seharusnya tidak menjadi ajang transfer budaya kekerasan dan perpeloncoan, melainkan momentum awal pembentukan karakter, eksplorasi gagasan, serta kesepakatan siswa atas aturan sekolah," tambahnya.

kekerasan dibagi menjadi tiga, yakni (1) kekerasan fisik; (2) kekerasan psikhis; (3) kekerasan simbolik.
penjelasan nya : 
(1) Kekerasan Fisik. Di sekolah, biasanya murid yang mengalami kekerasan fisik mudah diidentifikasi. Dengan kata lain, kekerasan jenis ini kasat mata. Kalau meminjam bahasa teman-teman mahasiswi(a) Psikologi Pendidikan, gejala ini “observable”. Misalnya, badan memar, mata memar, atau hidung berdarah. Akibat kekerasan fisik tidak hanya muka atau badan memar-memar tetapi juga mengakibatkan nyawa hilang.

Kekerasan Fisik di Sekolah, SD sampai dengan SMA/SMK, bisa terjadi karena guru menghukum murid atau murid senior menghukum murid junior. Sedangkan kekerasan ini di perguruan tinggi, terjadi antara mahasiswi(a) senior dengan mahasiswi(a) junior. Ini terutama terjadi pada saat “Masa Orientasi”.
(2) Kekerasan Psikhis. Kekerasan jenis ini bisa terjadi di tingkat TK (Taman Kanak)sampai dengan PT (Perguruan Tinggi). Kekerasan ini biasanya terjadi melalui kata-kata. Baik kata-kata pedas, sinis, atau penghinaan. Misalnya, “bodoh kamu”, “otak udang”, atau “otakmu di dengkul”. Teman-teman dapat memberikan contoh-contoh yang teman-teman alami.
Kekerasan psikhis dapat mengakibatkan, antara lain, murid atau mahasiswi(a) menjadi rendah diri atau pasif. Mungkin, murid-murid atau mahasiswi(a) pasif di kelas disebabkan oleh kekerasan jenis ini.

(3) Kekerasan Simbolik. Kategori ini saya pinjam dari sosiolog Perancis terkenal yaitu Pierre Bourdieu. Bentuk kekerasan simbolik adalah bentuk pemaksaan budaya kelompok tertentu kepada kelompok lain. Misalnya, cara sapaan kelompok tertentu dipaksaan secara halus kepada kelompok lain. Atau, dalam pelajaran musik, musik yang diajarkan adalah musik kelompok atau kelas tertentu yang disebut musik klasik di paksakan secara halus kepada kelompok tertentu yang terbiasa dengan musik pentatonik atau musik dangdut. Cara pemaksaan budaya ini terjadi melalui “official curriculum” atau “hidden curriculum”.

mungkin yang hangat baru baru ini adalah kekerasan yang terjadi antara SMA  70 dan SMA 6 yang memakan korban jiwa dari salah satu murid dari SMA tersebut , mungkin memang alasan nya karena kedua sekolah tersebut sudah menjadi musuh sejak dulu dan sudah tidak heran apabila mereka sering tauran apabila ada masalah sekecil apapun . memang masalah mereka itu bisa di bilang sudah mendarah daging dan sudah menjadi tradisi , masalah nya senior sebelum nya yang mendoktrin para juniornya agar memusuhi sekolah yang ada di sekitar nya itu
Solusi Untuk Mengatasi Kekerasan pada siswa diSekolah
Bukankah kita mengharapkan agar generasi penerus kita merupakan generasi yang sehat secara fisik dan psikis? Oleh karena itu, kekerasan yang terjadi pada siswa di sekolah perlu ditangani karena mengakibatkan dampak negatif bagi siswa. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi kekerasan pada siswa di sekolah, yaitu:
Bagi Sekolah
  • Menerapkan pendidikan tanpa kekerasan di sekolah
  • Pendidikan tanpa kekerasan adalah suatu pendidikan yang ditujukan pada anak dengan mengatakan "tidak" pada kekerasan dan menentang segala bentuk kekerasan. Dalam menanamkan pendidikan tanpa kekerasan di sekolah, guru dapat melakukannya dengan menjalin komunikasi yang efektif dengan siswa, mengenali potensi-potensi siswa, menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran, guru memberikan kebebasan pada siswa untuk berkreasi dan guru menghargai siswa sesuai dengan talenta yang dimiliki siswa (Susilowati, 2007).
  • Hukuman yang diberikan, berkorelasi dengan tindakan anak. Ada sebab ada akibat, ada kesalahan dan ada konsekuensi tanggung jawabnya.Dengan menerapkan hukuman yang selaras dengan konsekuensi logis tindakan siswa yang dianggap keliru, sudah mencegah pemilihan / tindakan hukuman yang tidak rasional.
  • Sekolah terus mengembangkan dan membekali guru baik dengan wawasan / pengetahuan, kesempatan untuk punya pengalaman baru, kesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka. Guru juga membutuhkan aktualisasi diri, tidak hanya dalam bentuk materi, status, dsb. Guru juga senang jika diberi kesempatan untuk menuangkan aspirasi, kreativitas dan mencoba mengembangkan metode pengajaran yang menarik tanpa keluar dari prinsip dan nilai-nilai pendidikan. Selain itu, sekolah juga bisa memberikan pendidikan psikologi pada para guru untuk memahami perkembangan anak serta dinamika kejiwaan secara umum. Dengan pendekatan psikologi, diharapkan guru dapat menemukan cara yang lebih efektif dan sehat untuk menghadapi anak didik.
  • Konseling. Bukan hanya siswa yang membutuhkan konseling, tapi guru pun mengalami masa-masa sulit yang membutuhkan dukungan, penguatan, atau pun bimbingan untuk menemukan jalan keluar yang terbaik.
  • Segera memberikan pertolongan bagi siapapun yang mengalami tindakan kekerasan di sekolah, dan menindaklanjuti kasus tersebut dengan cara adekuat.
Bagi Orangtua atau keluarga
  • Perlu lebih berhati-hati dan penuh pertimbangan dalam memilihkan sekolah untuk anak-anaknya agar tidak mengalami kekerasan di sekolah.
  • Menjalin komunikasi yang efektif dengan guru dan sesama orang tua murid untuk memantau perkembangan anaknya.
  • Orangtua menerapkan pola asuh yang lebih menekankan pada dukungan daripada hukuman, agar anak-anaknya mampu bertanggung jawab secara sosial
  • Hindari tayangan televisi yang tidak mendidik, bahkan mengandung unsur kekerasan. Kekerasan yang ditampilkan dalam film cenderung dikorelasikan dengan heroisme, kehebatan, kekuatan dan kekuasaan.
  • Setiap masalah yang ada, sebaiknya dicari solusi / penyelesaiannya dan jangan sampai berlarut-larut. Kebiasaan menunda persoalan, menghindari konflik, malah membuat masalah jadi berlarut-larut dan menyita energy. Sikap terbuka satu sama lain dan saling mendukung, sangat diperlukan untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan baik.
  • Carilah bantuan pihak professional jika persoalan dalam rumah tangga, semakin menimbulkan tekanan hingga menyebabkan salah satu atau beberapa anggota keluarga mengalami hambatan dalam menjalankan kehidupan mereka sehari-hari.
sumber tambahan : http://www.e-psikologi.com/epsi/pendidikan_detail.asp?id=499
                              http://www.beritasatu.com/megapolitan/75249-pengamat-tiga-kekerasan-di-sekolah.html

Selasa, 10 April 2012

Pengangguran

Nama : Sarifudin
NPM  : 26210387
Kelas  : 2EB20

SRAGEN–Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sragen 2011 menyebutkan jumlah pengangguran di Kabupaten Sragen mencapai 18.911 orang. Angka pengangguran tersebut menurun bila
dibandingkan jumlah pengangguran tahun sebelumnya, yakni 19.777 orang.
Wakil Bupati (Wabup) Sragen, H Daryanto, saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi atas LKPj Bupati Sragen 2011 dalam sidang paripurna di Gedung Dewan, Kamis (5/4/2012), menerangkan penurunan jumlah pencari kerja itu belum tentu menjadi indikator keberhasilan pengurangan pengangguran. Indikator pengurangan pengangguran bisa diukur dengan empat hal.
“Pertama, jumlah lapangan kerja atau lowongan kerja yang tersedia meningkat, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Kedua, pengisian lowongan kerja semakin banyak, baik melalui program
antarkerja lokal (AKL), antarkerja antardaerah (AKAD) dan antarkerja antarnegara (AKAN). Ketiga, perluasan kerja semakin banyak terutama melalui wira usaha baru dan usaha mandiri. Terakhir, tingkat
kesejahteraan semakin baik yang ditunjukkan dengan semakin besarnya penduduk usia kerja yang melanjutkan ke perguruan tinggi,” tuturnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen, Tasripin, menambahkan selama 2011 Disnakertrans melakukan langkah-langkah mengurangi pengangguran berdasarkan indikator tersebut. Dia menyatakan sudah bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam menyediakan lowongan tenaga kerja melalui program job canvasing.
“Kami juga melakukan job matching antara lowongan kerja yang tersedia dengan pencari kerja yang terdaftar di Disnakertrans. Selain itu, kami juga mengembangkan program perluasa kerja khususnya
membentuk wira usaha baru dan memfasilitasi pencari kerja dengan pembekalan usaha mandiri,” paparnya.
Ada perbedaan data dalam LKPj 2010 yang menyebut angka pengangguran hanya 4.377 orang, sedangkan di LKPj 2011 tercatat 19.777 orang. Menurut Tasripin, perbedaan data itu disebabkan LKPj 2010 hanya
menggunakan data penganggguran yang tercatat di Disnakertrans.
“Sedangkan angka 19.777 orang itu, merupakan angkatan kerja yang tidak bekerja di 2010.” pungkasnya.

Penyelesaian : pengangguran di Indonesia jua menjadi hal serius yang harus di selesaikan , karena bangsa yang maju itu dilihat dari masyarakat nya itu sendiri
Cara mengurangi masalah pengagguran yaitu kembali pada masyarakat itu sendiri ,  apabila masyarakat itu kreatif maka dengan sendirinya pemikiran mereka akan dinamis , karena ke kreatifan itu sendiri,
Pemerintah juga harus ikut membantu dalam memberikan sarana dan prasarana untuk masyarakat menjadi kreatif dengan membuka tempat les dan tempat kursus agar sumber daya manusia itu menjadi terlatih dan otomatis pengangguran itu dapat di tekan karena sumber daya manusia yang sudah terlatih.

Senin, 09 April 2012

korupsi

Nama  : Sarifudin
NPM    : 26210387
Kelas  : 2EB20

JAKARTA--MICOM: Korupsi sebagai sebuah perilaku, kini sudah menjadi penyakit akut yang menjangkiti seantero negeri dengan berbagai dampaknya yang menggerogoti. Jika dahulu perilaku ini hanya dilakukan segelintir, kini secara terang-terangan dilakukan berbagai kalangan secara profesional dan sistematis. 

Lebih hebat lagi, pukulan balik kemudian sering diterima oleh lembaga-lembaga antikorupsi dari para aktor korupsi tersebut. "Banyak cara saat ini dilakukan para koruptor untuk membunuh karakter penggiat antikorupsi dengan delegitimasi institusi, menurunkan wibawa pemerintah, mengadu domba bahkan sampai menciptakan chaos," ujar Penasihat KPK Said Zainal Abidin dalam seminar bertajuk Korupsi Dalam Perspektif Islam yang diselenggarakan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Rabu (4/4). 

Menurut Said, sebab terjadinya korupsi yang kemudian memiskinkan negeri adalah faktor budaya, dimana perilaku ini seperti sudah diterima masyarakat, dan hukum menjadi faktor luar yang pasti akan mendapat perlawanan jika masuk dalam pemebrantasannya. Tidak hanya itu, faktor kesetiaan terhadap keluarga dan kelompok menjadi salah satu alasan korupsi di Indonesia sulit diberantas. 

Selain itu secara psikologis, Said menambahkan, masyarakat melihat, jika orang baik korup, maka yang lain dianggap sah-sah saja, bahkan ada alasan seseorang melakuka korupsi karena takut terkucil. Secara ekonomi, korupsi makin banyak dilakukan karena beralasan sekedar mencukupi kebutuhan. 

"Dalam hal ini negara tidak memberikan kompensasi yang layak, dimana tidak ada jaminan orang jujur hidup layak. Itu dulu yang harus diperjuangkan. Selain keadaan sistem administrasi yang lemah, pejabat yang serakah serta ringannya hukuman bagi koruptor," jelas Said. (HZ/OL-04) 
Penyelesaian : korupsi agar tidak menjadi kebiasaan mungkin harus di beri hukuman yang benar-benar membuat jera para terdakwa kasus korupsi yang disebut koruptor ,
Dan dalam pemberantasan nya harus benar-benar ada kerja sama dari berbagai pihak agar korupsi ini dapat tersapu bersih dari Negara ini , karena korupsi ini yang dirugikan adalah semua masyarakat karena hak masyarakat telah di ambil secara diam diam

masalah kemiskinan

Nama : Sarifudin
NPM   : 26210387
Kelas  : 2EB20

BPS: Penduduk Miskin Indonesia Sebanyak 32,53 Juta Jiwa
Rabu, 1 Juli 2009 18:52 WIB | Ekonomi & Bisnis | Makro | Dibaca 4617 kali

Jakarta (ANTARA News)- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, hasil survei pada Maret 2009, jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

"Hasil ini menunjukan penduduk miskin berkurang 2,43 juta jiwa dibandingkan dengan (hasil survei) Maret 2008 yang mencapai 34,96 juta jiwa atau 15,42 persen (dari total populasi)," kata Deputi Statistik Sosial BPS, Arizal Manaf, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, penduduk miskin didominasi penduduk pedesaan yaitu 20,62 juta jiwa atau 17,35 persen dari total penduduk di desa.

Sedangkan penduduk miskin di perkotaan sebesar 11,91 juta jiwa atau 10,72 persen dari total penduduk kota.

Jumlah orang miskin di perkotaan, bila dibandingkan survei Maret 2008, mengalami penurunan sebesar 850 ribu jiwa. Sedangkan di pedesaan bila dibandingkan Maret 2008, penduduk miskin berkurang 1,5 juta jiwa.

Ia mengatakan, penurunan jumlah kemiskinan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, naiknya upah riil buruh tani dan bangunan. Upah buruh riil petani di pedesaan rata-rata naik sebesar 13,22 persen. Sedangkan upah buruh bangunan di perkotaan rata-rata naik 10,61 persen.

Kedua, nilai tukar petani pangan selama periode April 2008-Maret 2009 mengalami kenaikan sebesar 0,88 persen. Sedangkan untuk nilai tukar petani di sektor perikanan (nelayan) naik 5,27 persen.

"Sehingga ada tambahan pendapatan," katanya.

Ketiga, menurut dia, penurunan itu juga didukung oleh kebijakan pemerintah seperti bantuan langsung tunai (BLT), biaya operasional sekolah (BOS) dan juga Kebijakan Beras untuk masyarkat miskin (raskin).

"Ini ada dampaknya, kan dengan kebijakan itu maka pendapatan bertambah (BLT), disisi lain pengeluaran juga berkurang (BOS dan raskin)," katanya.

Ketika ditanyakan, apakah kebijakan tersebut bila dilakukan pada bulan Maret saja sesuai dengan survei yang dilakukan yaitu pada bulan Maret akan mempengaruhi, Arizal menjawab, survei dilakukan pada bulan Maret, dan hal itu mengukur kemiskinan di bulan Maret 2009, namun hal itu juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi sebelumnya

Penyelesaian :
Program pemerintah melalui kebijakan-kebijakan nya harus merata dibagi ke setiap masyarakat yang membutuhkan nya
Pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama mengawasi program-program pemerintah dalam membagikan bantuan bantuan dalam membantu orang orang tidak mampu agar semua bantuan nya dapat merata dan tepat sasaran kepada orang yang membutuhkan, dan pemerintah harus menindak tegas terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyelewengkan bantuan ini


sumber : google

Hutang luar negeri yang membengkak

Nama   : Sarifudin
NPM   : 26210387
Kelas   : 2eb20

Pemerintah Kembali menyepakati utang sebayak US$ 5,5 miliar, terdiri dari Bank Dunia memberikan pinjaman US$ 2 miliar melalui deferred drawdown option (penarikan sewaktu-waktu), lalu Jepang US$ 1,5 miliar, Australia US$ 1 miliar, dan ADB US$ 1 miliar. 
Utang tersebut berlaku selama dua tahun. Jika utang ini benar-benar ditarik seluruhnya oleh pemerintah Indonesia, maka jumlah ini akan menjadi jumlah utang luar negeri terbesar dalam sejarah utang, sejak berdirinya Indonesia. 

Perkembangan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sejak akhir tahun 1999 hingga akhir tahun 2008, angka stok ULN Indonesia berada pada kisaran US$ 69 juta dollar. Pada akhir tahun 1999, posisi utang luar negeri Indonesia berada pada angka US$ 61,897 juta dolar. Turun menjadi US$ 60,770 juta dollar diakhir tahun 2000 dan diakhir tahun 2001 utang hanya US$ 58.791 juta dollar. 

Peningkatan stok utang mulai terjadi sejak tahun 2002 menjadi US$ 63,763 juta dollar, meningkat menjadi US$ 68,914 juta dollar (2003), selanjutnya sebesar US$ 68,575 juta dollar (2004), US$ 63,094 juta dollar (2005), US$ 62, 021 juta dollar (2006), US$ 62,253 juta dollar (2007) dan menjadi US$ 65,446 akhir 2008.

Dengan jumlah utang luar negeri dalam Juta dollar saja, total cicilan pokok, bunga dan biaya yang harus dibayar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), setiap tahunnya, sejak tahun 2000 hingga tahun 2008 angkanya mencapai puluhan trilyunan rupiah. Berikut tabel pembayaran utang Luar Nergeri
Dalam Juta USD
Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Pokok 4,163 4,265 4,567 4,955 5,222 5,626 5,787 6,322 6,569
Bunga 2,946 2,879 2,748 2,632 2,463 1,330 2,255 2,277 2,213
Biaya 30 33 34 24 32 9 25 21 59
Total 7.139 7.177 7.349 7.611 7.717 6.965 8.067 8.620 8.841
• Sumber : DMO dan BI, diolah 

Dengan jumlah stok Utang Luar Negeri Indonesia di posisi sekitar US$ 65 juta dollar, dan tidak membuat transaksi utang baru, utang Indonesia tidak akan lunas pada tahun 2045. 

Padahal, jumlah utang tersebut masih belum menggambarkan seluruh beban utang Indonesia. Utang itu baru menggambarkan berasan utang Luar Negeri yang terdiri dari Utang Bilateral, Kredit Komersial (Comerial Credit), Kredit Ekport (Export Credit), Leasing dan utang Multilateral. Belum termasuk utang Pemerintah yang timbul akibat penjualan SUN (Surat Utang Negara). 

Total Utang Pemerintah Indonesia, secara kumulatif (Utang Luar Negeri/ULN dan SUN) sampai dengan akhir 2008, sudah mencapai Rp. 1,623 trillyun. 
Dalam Trilyun Rupiah
Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
U LN 512 602 594 591 613 612 562 586 717
SUN 652 661 655 649 662 656 748 801 906
Total 1,164 1,263 1,249 1,240 1,275 1,268 1,310 1,387 1,623
Sumber : DMO, perkembangan Utang Indonesia 

Bahkan hingga akhir Januari 2009, total Utang Luar Negeri Indonesia menjadi US$ 65.738 juta dollar (746 trilyun rupiah) dan utang Dalam Negeri sebesar 920 trilyun rupiah. Sehingga sampai akhir Januari 2009, total utang Pemerintah Indonesia berjumlah 1.667 trilyun rupiah. Jumlah ini sudah merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah utang Indonesia. 

Dapat dibayangkan berapa jumlah utang Luar Negeri yang akan ditanggung oleh generasi berikutnya. Seandainya, pada tahun 2009 ini pemerintah Indonesia berniat menarik 40% saja dari utang baru sebesar US$ 5,5 milyard yang telah disepakati, atau sekitar US$ 2,2 milyard, maka posisi utang dari US$ 65 juta dollar mendadak menjadi US$ 2,67 milyard. Jumlah tersebut, belum termasuk jumlah utang SUN.
Alasan Pemerintah Indonesia menangguk utang sebesar 5,5 milyard dollar Amerika, untuk mengatasi krisis merupakan alasan yang sangat tidak masuk akal. 
Alih-alih keluar dari krisis keuangan, pemerintah justru menciptakan bom waktu untuk menimbulkan krisis yang lebih besar. 
Jika kesepakatan utang baru sebesar 5,5 milyard dollar Amerika, maka prediksi krisis multi dimensi yang lebih jauh akan terjadi, sebagai berikut :
Pertama, krisis akibat kebijakan fiskal dan moneter. 
Pemerintah tentu akan sekuat tenaga meningkatkan pendapatan negara dalam bentuk : 1) Perluasan jumlah wajib pajak dan peningkatan nilai pajak yang harus dibayar, 2) penjualan asset-asset negara melalui mekanisme privatisasi, 3) peningkatan investasi melalui berbagai bentuk kemudahan seperti tax holiday, jaminan risiko oleh Pemerintah, insentif dan deregulasi serta fleksibelitas dan murahnya buruh. 4) Peningkatan eksport migas dan non migas, 5) peningkatan target pemasukkan/setoran pendapatan dari setiap departemen dan lembaga negara non departemen, 6) pengurangan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Disamping itu, pemerintah juga akan 7) mengurangi pagu alokasi anggaran tiap-tiap departemen dan lembaga non departemen,

mengurangi berbagai bentuk subsidi untuk rakyat sampai pada batas 0 atau tidak ada subsidi. 

Akibatnya, beban kehidupan rakyat semakin berat, dalam bentuk meningkatnya pengeluaran rumah tangga dan kelompok usaha kecil untuk pembayaran pajak, retribusi dan biaya-biaya administrasi, makin mahalnya harga barang dan jasa dan semakin memburuknya dan mahalnya layanan dasar. 

Akibat lanjut dari kebijakan fiskal dan moneter yang diabdikan untuk kepentingan membayar utang ini, tentu akan berdampak lansung pada melonjaknya jumlah kemiskinan dan pengangguran. Ditambah lagi dengan menurunnya kemampuan manufaktur dalam negeri dan eksport.

Semua peningkatan pendapatan dari rakyat dan penghematan pengeluaran untuk kebutuhan rakyat, akan diabdikan untuk kepentingan pengumpulan dana demi membayar cicilan pokok, bunga dan biaya utang. 
Kedua, Krisis kedaulatan akibat perikatan utang. Krisis keadualatan tersebut terjadi sebagai akibat dari adanya persyaratan (Conditionality) dalam klasul-klasul (loan Agreement) yang disepakati antara negara atau lembaga keuangan Internasioanal sebagai Lender (pemberi utang) dengan Pemerintah Indonesia sebagai penghutang (borrower) . 

Sebagian besar syarat-syarat dalam perjanjian utang menuntut agar pemerintah Indonesia membuat dan mengimlementasikan kebijakan baru sesuai dengan pesanan Lender. 

Disamping itu, Lender seringkali memberlakukan aturannya sendiri dan menolak mengikuti hukum, sistem dan prosedur yang berlaku di negara penghutang. Lemahnya kemampuan negosiasi dalam perjanjian utang atau adanya kepentingan pribadi birokrat untuk memperoleh keuntungan, mengakibatkan sebagian besar dari loan agreement, yang sekarang telah mencapai lebih dari 4.500 perjanjian utang, menempatkan Indonesia pada posisi yang lemah dan tidak berdaya. 

Secara kasat Loan Agreement merupakan ”Waiver of Immunity” (surat pernyataan pelepasan hak kekebalan) dan transfer of Souvereignity (pelepasan kedaulatan)
Ketiga, krisis akibat tekenan ekonomi global. Munurunnya permintaan barang dan jasa dari Indonesia, berakibat pada menurunnya ekport, pemulangan tenaga kerja Indonesia baik pekerja domestik maupun pekerja pada perkebunan atau manufaktur akan menambah jumlah penganguran di Indonesia. Selain itu, gejolak nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, akan berdampak pada meningkatnya beban pembayaran utang. 

Artinya kebijakan pemerintah Indonesia dalam mengatasi krisis dengan menyepakati utang sebesar 5,5 milyard dolar merupakan cara mengatasi krisis dengan menciptakan krisis baru yang lebih besar, luas dan menimbulkan ancaman serius dalam kurun waktu yang lama.

Besar kemungkinan Indonesia akan mengalami negara gagal bayar, meski pemerintah berupaya semaksimal mungkin mengintensifkan pajak perorangan dan pajak badan, menjual berbagai asset negara melalui mekanisme privatisasi, bahkan jika pemerintah Indonesia menjual pulau-pulau di Indonesia untuk kepentingan investasi, sebagai imbal pembayaran utang, utang tersebut tidak akan lunas dalam 60 tahun ke depan. 

Hampir dapat dipastikan- dan ini juga terjadi di beberapa negara di dunia- bahwa kemiskinan dan penggangguran yang akut, sangat rawan memicu konflik politik maupun sosial, yang harus dibayar sangat mahal oleh rakyat dan pemerintahan Indonesia. Pada gilirannya, gagal bayar utang ini, akan menjerumuskan Negeri tercinta ini kedalam situasi negara yang menyandang predikat sebagai Negara yang Gagal (Failure State). Who will save my be loved Indonesia ?

Penyelesaian : pemerintah dan rakyat harus bekerja sama memutar otak untuk mengurangi hutang kepada luar negeri.
Pemerintah harus berinisiatif memutar otak lagi dengan  menggunakan sumber daya alam yang melimpah yang dimiliki oleh Indonesia untuk meningkatkan pendapatan nasional agar tidak mengandalkan hutang luar negeri.
Dari sisi masyarakat , yaitu harus mendukung program pemerintah yang ingin mengurangi hutang walaupun dengan cara menaikan harga bbm,dsb agar subsidi dapat ditekan dan tidak perlu mengeluarkan apbn yang banyak.
Sumber : - google
-   http:// Kebijakan%20Utang%20Indonesia%20Mengatasi%20Krisis%20dengan%20Menciptakan%20Krisis%20Baru.htm     

inflasi dalam kehidupan sehari hari

Nama          : Sarifudin
Npm           : 26210387
Kelas          : 2eb20

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, penyebab utama inflasi adalah melambungnya harga cabai rawit. "Ini karena kurang pasokan dari sentra-sentra produksi, dimana terjadi kenaikan pada 46 kota IHK (indeks harga konsumen) dari 66 kota IHK. Naiknya cukup tinggi mulai dari minggu pertama Maret," tuturnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/4/2012).

Inflasi cabai rawit tertinggi terjadi di Kediri 86% dan Gorontalo 84%. Sementara untuk di kota-kota lainnya naik sekitar 10-50%.

Faktor kedua yang mempengaruhi inflasi adalah cabai merah. Ia mengungkapkan, di Denpasar terjadi kenaikan 68%, Kediri 66%, kota-kota lainnya terjadi kenaikan antara 10-50%. Selanjutnya, faktor ketiga penyumbang inflasi adalah kenaikan harga rokok kretek filter. "Ini dipengaruhi kenaikan cukai rokok di 33 kota IHK dari 66 kota IHK yang diamati. Kenaikan tertinggi di Tangerang 6 persen, di Padang 5 persen," ungkapnya.

Sedangkan penghambat laju inflasi, lanjutnya, adalah harga beras seiring dengan adanya panen raya Maret-April 2012. Harga beras terjadi penurunan pada 44 kota IHK, dengan Serang turun 9%, Sukabumi dan Mataram turun 8%.

Penghambat laju inflasi Maret 2012 adalah harga daging ayam ras pada 56 kota IHK. Penurunan terbesar terjadi di Samarinda 13% dan Tarakan 12%. "Tapi masih ada 9 kota yang inflasi, tapi tidak signifikan," ujarnya.

Penyelesaian :
Pemerintah melalui menteri-menteri harus mengeluarkan kebijakan yang mengontrol terjadinya inflasi yaitu dengan cara menerapkan kebijakan kontraksi agar inflasi dapa di imbangi dengan komoditi nya .

Sumber : http:// BPS%20%20Harga%20Cabe%20Rawit%20Penyebab%20Inflasi%20Maret%20-%20ekonomi.inilah.com.htm