Senin, 22 Oktober 2012

tulisan 6 : akuntansi hutang


Akuntansi Hutang

  1. PENGERTIAN
Jika kita ingat kembali persamaan dasar akuntansi, sisi kiri persamaan akuntansi adalah harta (aktiva) dan sisi kanan terdiri dari hutang dan modal. Hutang menunjukkan besarnya kepentingan kreditur pada harta perusahaan. Sementara itu modal menunjukkan besarnya kepentingan pemilik pada harta perusahaan. Persamaan tersebut juga tergambar pada neraca yang memuat harta, hutang dan modal.
Adanya hutang di neraca menunjukkan perusahaan pernah menarik sumber daya yan digunakan dari kreditur. Pada bab ini akan dibicarakan akuntansi atas kegiatan pendanaan yang berasal dari kreditur. Hutang didefinisikan sebagai pengorbanan manfaat ekonomi di masa datang yang bersifat probable
yang timbul dari kewajiban sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan harta atau menyediakan jasa ke entitas lain di kemudian hari sebagai akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu. Dari definisi di atas dapat ditarik beberapa hal penting yaitu :
  1. Hutang ini timbul dari transaksi atau kejadian masa lalu.
  2. Hutang harus melibatkan transfer asset atau penyediaan jasa dikemudian hari yang bersifat probable (hampir pasti).
  3. Hutang ini merupakan kewajiban dari suatu entitas.
  1. KLASIFIKASI HUTANG
Untuk tujuan pelaporan, hutang diklasifikasikan sebagai hutang lancar dan hutang jangka panjang. Suatu hutang yang berasal dari kegiatan operasional akan diklasifikasikan sebagai hutang lancar jika hutang ini akan dilunasi dengan menggunakan harta lancar dalam satu tahun ke depan atau dalam satu siklus operasi normal, yang mana yang lebih lama. Namun hutang yang berasal dari pinjaman bank, atau pinjaman lainnya diklasifikasikan menurut kriteria satu tahun. Suatu hutang yang jatuh tempo dalam satu tahun sejak tanggal neraca akan diklasifikasikan sebagai hutang lancar.
  1. PENGUKURAN HUTANG
Pengukuran merupakan proses pemberian atribut nilai pada hutang. Atribut nilai yang diberikan pada hutang adalah nilai moneter. Namun ternyata pengklasifikasian hutang menjadi lancar dan tidak lancar menjadi pertimbangan dalam pengukuran hutang. Secara umum hutang akan diukur sebesar nilai sekarang dari hutang tersebut yang merupakan jumlah uang yang harus dibayarkan untuk melunasinya sekarang. Aturan ini lebih tepat untuk hutang tidak lancar. Sementara itu hutang yang berasal dari kegiatan operasional misalnya hutang gaji dan hutang usaha, umumnya hutang ini akan segera dilunasi sehingga selisih antara nilai jatuh tempo dengan nilai sekarang hutang tersebut tidak material. Oleh karena itu hutang yang berasal dari operasional umumnya untuk tujuan praktis disajikan sebesar nilai jatuh temponya.
Untuk tujuan pengukuran, baik hutang lancar maupun tidak lancar dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu :
    1. Hutang yang jumlahnya sudah pasti. Contoh dari hutang ini adalah nominal dari wesel atau obligasi.
    2. Hutang yang jumlahnya harus diestimasi. Dilihat dari kepastiannya, hutang ini pasti terjadi namun jumlahnya belum diketahui secara pasti. Hutang garansi merupakan contohnya.
    3. Hutang bersyarat (contingent liablility) yaitu suatu hutang yang akan muncul jika terjadi kejadian lain. Contohnya perusahaan dituntut dipengadilan oleh perusahaan lain. Perusahaan akan berkewajiban membayar uang jika pengadilan memenangkan perusahaan yang menuntut tersebut. Tingkat kemungkinan timbulnya hutang bersyarat dapat dibagi menjadi :
      1. Probable : Tingkat kemungkinannya sangat tinggi dan bahkan dapat dikatakan hampir pasti. Jika jumlah hutangnya dapat diestimasi dengan handal, maka hutang ini dicatat, jika jumlahnya sulit diestimasi maka keberadaan hutang ini diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
      2. Reasonable posible : Kemungkinan terjadinya 50% atau dapat terjadi dapat pula tidak. Jika kondisinya demikian cukup diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
      3. Remote : Kemungkinan terjadinya sangat kecil sehingga tidak perlu dicatat dan dilaporkan kecuali untuk hutang jaminan pembayaran hutang walaupun tingkat kemungkinan terjadinya kewajiban kecil tetapi harus diungkap dalam catatan atas laporan keuangan.
  1. AKUNTANSI HUTANG JANGKA PENDEK
Seperti telah dibahas pada bagian di atas, hutang jangka pendek tidak perlu didiskontokan ke nilai sekarang. Yang termasuk hutang ini adalah Hutang Usaha (Account Payable), serta berbagai hutang opersional seperti hutang gaji, listrik, telepon, pajak dan sebagainya. Sementara itu untuk hutang wesel, walaupun jangka pendek umumnya disajikan sebesar nilai sekarangnya.
Pinjaman jangka pendek
Perusahaan kadangkala menerbitkan sebuah promes atau janji tertulis untuk membayar uang pada tanggal tertentu. Dilihat dari ada atau tidaknya tarip bunga yang harus dibayar, noters dapat dibagi menjadi hutang wesel berbunga dan hutang wesel tak berbunga. Hutang wesel berbunga merupakan hutang wesel yang penerbitannya disamping harus membayar nominal wesel juga harus membayar bunga.

Sumber : http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/akuntansi-hutang.html

Tulisan 5 : akuntansi aktiva tetap


Akuntansi Aktiva Tetap

  1. KLASIFIKASI
Aktiva tetap merupakan aktiva tidak lancar yang diperoleh untuk digunakan dalam operasi perusahaan yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi serta tidak untuk diperjualbelikan dalam operasi normal perusahaan. Aktiva operasi tidak lancar dapat diklasifikasikan menjadi: (1) Aktiva Berwujud (tangible) dan (2) Aktiva Tak Berwujud (intangible).
 
  1. PENGELUARAN UNTUK AKTIVA TIDAK LANCAR
Pengeluaran untuk aktiva tidak lancar dapat dikelompokkan menjadi:
  1. Pengeluaran pada waktu perolehan;
  2. Pengeluaran seteleh aktiva tersebut diperoleh yang dapat dirinci menjadi:
    1. Pengeluaran pendapatan yang lazim disebut revenue expenditure;
    2. Pengeluaran modal yang lazimdisebut capital expenditure.
       
  1. PENCATATAN PEROLEHAN AKTIVA TIDAK LANCAR
Harta non current dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
    1. Diperoleh dengan harga lumpsump;
    2. Diperoleh dengan pembayaran berkala;
    3. Pembelian dengan cara leasing;
    4. Perolehan dengan trade-in
    5. Perolehan dengan menerbitkan surat berharga;
    6. Perolehan dari donasi; dan
    7. Dibangun sendiri.
Karena setiap akhir tahun ada penyusutan, maka perkiraan Akumulasi Penyusutan akan selalu bertambah sepanjang masa manfaat aktiva.
    Depresiasi bukanlah teknik untuk menilai aktiva tetap dan dengan melakukan depresiasi tidaklah otomatis perusahaan menyisihkan uang untuk membeli aktiva tetap.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi depresiasi adalah:
1.      cost dari aktiva tetap,
2.      umur ekonomis aktiva tetap,
3.      nilai residu, dan
4.      pola penggunaan aktiva tetap.
  1. METODE DEPRESIASI
Terdapat beberapa metode depresiasi, yaitu:
·         Metode Garis Lurus
·         Metode Saldo Menurun
·         Metode Jumlah Angka Tahun
·         Metode Unit Input
·         Metode Unit Output
Sumber : http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/akuntansi-aktiva-tetap.html

Tulisan 3 : Akuntansi manajemen sektor publik


Akuntansi Manajemen Sektor Publik
Definisi akuntansi manajemen menurut Chartered Institute of Management Accountant (1994:30) yaitu: Penyatuan bagian manajemen yg mencakup, penyajian & penafsiran informasi yg digunakan ukt perumusan strategi, aktivitas perencanaan & pengendalian, pembuatan keputusan, optimalisasi penggunaan sumber daya, pengungkapan kpd pemilik & pihak luar, pengungkapan kpd pekerja, pengamanan asset.
Bagian integral dari manajemen yg berkaitan dgn proses identifikasi penyajian & interpretasi/penafsiran atas informasi yg berguna untuk:
  1. Pengungkapan pemegang saham & pihak luar.
  2. Pengungkapan entitas organisasi bagi karyawan.
  3. Perlindungan atas asset organisasi.
  4. Merumuskan strategi.
  5. Proses perencanaan & pengendalian.
  6. Pengambilan keputusan.
  7. Optimalisasi keputusan.
Akuntansi sektor publik pd dasarnya dipengaruhi perkembangan pemikiran manajemen. Perkembangan pemikiran ini tdk terlepas dari knowledge management. Knowledge management ini sendiri memengaruhi peran daripada akuntansi manajemen.
Pada dasarnya, akuntansi manajemen ini lbh didasari oleh praktik:
  1. Factory Accounting.
  2. Budgeting.
  3. Cost Accounting.
Proses akuntansi manajemen dpt dikembangkan dgn berbagai metode, antara lain:
  1. Menyampaikan informasi secara cepat & tepat merupakan teknik penyaringan informasi yg relevan.
  2. Pendelegasian kuasa kpd tenaga kerja merupakan teknik pengembangan kekuatan tim melalui pemberian kepercayaan.
  3. Flatening struktur manajemen merupakan proses penyederhanaan struktur.
  4. Menggunakan cross fungsional team merupakan proses saling isi menurut keahlian & kekuatan antara tim yg terlibat.
Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor pulik adl memberikan informasi akuntansi yg relevan & handal kpd manajer ukt melaksanakan fungsi perencanaan & pengendalian organisasi. Tuntutan mengenai perlunya pengendalian atas berbagai kegiatan pemerintah, khususnya yg berimplikasi uang, dari waktu ke waktu semakin meningkat. Hal ini terjadi akibat praktik KKN di waktu yg lalu tdk saja telah mengakibatkan berkurangnya percepatan pembangunan, melainkan juga telah menimbulkan kesenjangan baik antara wilayah, sektor & golongan serta merugikan khususnya bagi lapisan masyarakat bawah.
Peran fundamental akuntansi manajemen di organisasi sektor publik adl membantu manajer/pimpinan dgn informasi akuntansi yg dibutuhkan agar fungsi perencanaan & pengendalian dpt dilakukan. Secara rinci, tujuan umum tersebut dpt diturunkan menjadi:
  1. Membantu manajemen dalam proses perencanaan organisasi.
  2. Membantu manajemen dalam mengendalikan operasi/kegiatan organisasi.
  3. Membantu manajemen memformulasi kebijakan organisasi.
 sumber : http://www.managementaccountingsystems.com/37/definisi-peran-dan-tujuan-akuntansi-manajemen-sektor-publik.htm

Tulisan 2 : zahir accounting software














Zahir accounting software
Apa itu zahir?
Zahir Accounting adalah suatu software akuntansi laporan keuangan terbaik di Indonesia yang penuh inovasi, fleksibel, berfasilitas lengkap dan berdaya guna tinggi. Software ini berbasiskan Windows 98/2000/NT/XP/Vista. Perintah-perintah didalam software ini menggunakan bahasa Indonesia karena memang software ini dibuat untuk kebutuhan usaha di Indonesia, Oleh karena itu, mudah digunakan dan berbeda dengan software akuntansi lainnya.
Sejarah Software Zahir Accounting
Zahir Accounting Versi 1.0 dibuat pertama kali pada tahun 1996 dan pada tahun 1997, mulai dikembangkan Versi 2.0 dan mulai dipasarkan pada tahun 1999. Zahir Accounting telah digunakan lebih dari 2000 perusahaan kecil maupun perusahaan besar dengan 6000-an user di Indonesia, telah memperoleh beberapa penghargaan di tingkat nasional.

Latar Belakang dirancangnya Software Zahir Accounting
Latar belakang dibuatnya Software ini tak hanya sekedar itu-itu saja. Namun, memiliki prinsip yaitu "akuntansi keuangan adalah mudah dan menggunakan aplikasi akuntansi keuangan adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan". Perancangan software ini ditujukan tepat untuk kebutuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia.
Software ini memberikan kemudahan bagi pemula yang ingin mempelajari Zahir Accounting aplikasi software. Bahkan yang tidak mengerti akuntansi pun dapat menggunakan software ini karena memang dalam proses penginputannya sangat mudah digunakan dan desain tampilan (interface) program yang menarik, hanya dengan sekali menginput transaksi semudah kita menginput kwitansi atau nota pejualan, seluruh laporan dan grafik akan terbentuk secara otomatis.
Sebagian besar input transaksi yang dilakukan pengguna menggunakan formulir yang mudah dipahami dan sering ditemui dalam keseharian, sehingga pengguna tidak perlu takut salah dalam menginput transaksi, tidak perlu bingung mana yang debet dan mana yang kredit, program secara otomatik akan melakukannya sendiri proses-proses tersebut.

Produk Software Zahir Accounting
Berbagai macam produknya yaitu :
  1. Zahir Payroll V 1.0 berguna untuk pengelolaan data karyawan dan proses penggajian.
  2. Zahir Merdeka dapat menggunakan Zahir Accounting tanpa harus membeli paket berharga mahal, cukup membeli CD Starterkit dan Voucher Pra Bayar, mulai Rp 34 ribu per 30 hari transaksi (Termasuk PPN) .
  3. Zahir POS Versi 5.1 merupakan software kasir yang berfungsi mencatat penjualan harian dengan kecepatan input transaksi yang tinggi.
  4. Zahir Report Server Versi 5.1 merupakan aplikasi web based untuk melihat laporan dan grafik melalui internet melalui aplikasi web browser.
  5. Zahir Small Business Accounting Versi 5.1 berguna untuk pembukuan sederhana, mengelola uang, piutang, tagihan dan pelaporan dengan harga sangat terjangkau.
  6. Zahir FlexyMoney Versi 5.1 berguna untuk pembukuan praktis dan lengkap, yang mengelola uang, giro, piutang, tagihan dan pelaporan secara mudah dan cepat.
  7. Zahir FlexyTrade Versi 5.1 berguna untuk pembukuan praktis dan lengkap, mengelola uang, persediaan barang dagangan, piutang, tagihan dan pelaporan secara mudah dan cepat.
  8. Zahir Accounting Personal Versi 5.1 berguna untuk usaha yang menerima order dengan sistem proyek, mengelola dan menghitung penyusutan fixed asset, sesuai untuk bidang usaha advertising, kontraktor, dll.
  9. Zahir Accounting Standard Versi 5.1 memberikan kemudahan dalam mengelola proyek, menghitung penyusutan fixed asset, sesuai untuk bidang usaha kontraktor, realestate, pabrik kecil, ritail, dll.
10.    Zahir Enterprise Versi 5.1 menggunakan database Client Server dengan berbagai fasilitas baru seperti multi level pricing, salesman commission, laporan yang dapat didesain, laporan dapat di drill down untuk menampilkan detail laporan, dll.
Keunggulan Software Zahir Accounting 
  1. Kemudahan Dalam Bahasa yang di sertaki bahasa Indonesia dalam sehari-hari.
  2. Kemudahan Dalam Penggunaan tanpa ribet dan simple.
  3. Sistem Akuntansi Berstandar Indonesia dengan sistem double entry.
  4. Kemudahan mencetak faktur pajak dan standar.
  5. Memiliki Nilai transaksi sebanyak 15 digit.
  6. Memiliki Fasilitas Giro Mundur
  7. Harga Murah.
Fasilitas Software Zahir Accounting
Software ini juga mempunyai fasilitas didalamnya diantaranya yaitu :
  • Pencatatan Jurnal Umum, Penjualan, Pembelian, Kas Masuk, Kas Keluar, Persediaan dengan kemampuan mengaitkan transaksi kepada suatu proyek.
  • Fasilitas Transaksi berulang untuk membuat jurnal dari transaksi yang sering berulang
  • Laporan neraca, Laba Rugi, Buku besar, Neraca Lajur, Aliran Kas, Hutang Piutang, Persediaan dan proyek
  • Pencatatan biaya proyek yang lengkap dan mendetail, sehingga penerapan akuntansi biaya di perusahaan akan sangat mudah, dan mendukung sistem “Activity Based Costing”
  • Pencatatan persediaan yang lengkap dengan sistem biaya : FIFO, LIFO, dan Average Costing, fasilitas pembuatan jurnal otomatis seperti Auto Build dan Stock Opname serta fasilitas untuk Penentuan Harga Jual
  • Pembuatan jurnal penyesuaian persediaan dan cadangan penghapusan piutang secara otomatis saat pembuatan jurnal penjualan
  • Pengelolaan Harga Tetap, dengan fasilitas dengan penentuan beban penyusutan dengan berbagai metode. Serta fasilitas pembuatan jurnal penyusutan otomatis saat tutup buku bulanan
  • Pencetakan faktur penjualan,pembelian, faktur pajak dengan kemudahan untuk mengkostumisasi layout faktur sesuai keinginan pengguna
  • Analisa keuangan yang menampilkan rasio-rasio keuangan penting dan laporan penting lainnya secara terpadu
  • Mudah dan nyaman digunakan dengan tampilan grafis menarik yang dirancang untuk pemakai pemula dalam bidang komputer maupun akuntansi
  • Jumlah transaksi tidak dibatasi
sumber : http://definisidansejarah.blogspot.com/2012/01/definisi-dan-sejarah-zahir-accounting.html